Gelar Musyawarah, Aptisi Bahas Isu Aktual

JAKARTA, KOMPAS.com – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) hari ini, Kamis (31/5/2012) menggelar musyawarah wilayah DKI Jakarta. Selain mengevaluasi kegiatan Aptisi selama satu periode, musyawarah yang dihadiri ratusan peserta itu juga membahas isu-isu aktual pendidikan tinggi.

Menurut Ketua Aptisi DKI Jakarta, Suyatno, salah satu isu aktual yang dibahas adalah mengenai Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU-PT).

“RUU-PT masih sangat aktual karena semua stakeholders pendidikan terlibat dengan isu tersebut,” kata Suyatno.

Selain RUU-PT, kata dia, isu lain yang menjadi topik utama dalam sidang pleno musyawarah Aptisi adalah mengenai sistem dan status akreditasi. Apalagi sampai saat ini masih ada sekitar enam ribu program studi yang tersebar di ribuan perguruan tinggi swasta (PTS) belum terakreditasi. Padahal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah mematok batas akhir proses akreditasi tersebut, yakni pada 16 Mei 2012 lalu.

Semua program studi yang belum terakreditasi diancam tak dapat mengeluarkan ijasah ataupun mewisuda para mahasiswanya.

“Dari jumlah sekitar enam ribu itu, 90 persennya adalah program studi di PTS. Maka nanti akan kita bahas bagaimana sikap kita menanggapi permasalahan ini,” ujarnya.

Dalam musyawarah ini juga akan dilakukan pemilihan Ketua Aptisi untuk wilayah DKI Jakarta. Ketua Aptisi Jakarta saat ini, yang juga merupakan Rektor Universitas Dr Hamka Jakarta, telah habis masa jabatannya.

 

Sumber: KOMPAS.com

 

Comment :

Leave Your Footprint

  1. Vespasian L. Adak

    Koreksi
    Bpk / Ibu pengasuh atau pengelolah Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia … saya ingin bertanya Apakah dari APTSIS tidak mempertanyakan keberadaan penyelenggareaan pendidikan yang dilaksanakan oleh Universitas Terbuka, dan pelaksanaan Kelas Jauh Oleh Perguruan-perguruan tinggi yang ada …. alasannya nya adalah Kalau Pelaksanaan Pendidikan Kelas Jauh masih ada Kegiatan Tutorial dari Dosen dari Kampus yang bersangkutan sedangkan Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran dari Universitas Terbuka tidak ada kegiatan Tatap Muka/Tutorial sangatlah janggal karena tak ada sesi tanya jawabnya bagi Mahasiswa yang ingin bertanya sehingga semata mata mengharapkan kemampuan dari Mahasiswa tersebut. Dari Persoalan tersebut diatas Apakah APTSISI tidak bisa mencarikan Solusi nya atau memberi argumen atau perbandingan yang masuk akal sehat untuk Pemerintah Khususnya Dikti
    ………………..Dari Persoalan tersebut diatas Apakah APTSISI tidak bisa mencarikan Solusi nya atau memberi argumen atau perbandingan yang masuk akal sehat untuk Pemerintah Khususnya Dikti …. karena selama ini kelihatannya Pelakasanaan perkuliahan di Perguruan Tinggi dari Universitas Terbuka sangat istimewa dan diterima oleh kalangan Pemerintah … Terima kasih

    BALAS