APTISI WILAYAH VIII-A BALI MENOLAK REKLAMASI TANJUNG BENOA BALI

20140808_121504

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Wilayah VIII-A Bali terlibat dalam memberikan masukan strategis terkait rencana Pemerintah Daerah Bali yang akan mereklamasi Tanjung Benoa sebagai area real estate dan business. Bersama Forum Pimpinan Perguruan Tinggi dan Forum Rektor Bali, APTISI menolak rencana kebijakan PEMDA tersebut karena akan merusak ecosistem dan lingkungan di pulau dewata ini. Inilah salah satu yang disampaikan oleh Pengurus APTISI Wilayah VIII-A Bali dalam acara “Road Show” dan diskusi khusus dengan APTISI Pusat yang dipandu oleh Dr. Gunawan Suryoputro, WR UHAMKA dan dihadiri oleh Ketua Umum, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec

 

Selain masalah lingkungan, diskusi khusus APTISI Wilayah Bali yang bertempat di Aula Program Pascasarjana Undiknas Bali pada 8 Agustus 2014 tersebut, Prof. Dr. Gede Sri Darma, D.B.A sebagai ketua APTISI Wilayah Bali mengusulkan kepada APTISI pusat : Pertama, mempersiapkan program-program srategis dalam menghadapi ASEAN Community 2015.

 

Kedua, APTISI diminta mengkoreksi kebijakan Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi tentang persyaratan penerimaan CPNS dari program studi yang berakreditasi minimal “B”. Karena kebijakan Kementrian PAN-RB tersebut sangat merugikan lulusan perguruan tinggi, terutama dari PTS bagian Indonesia tengah dan timur yang mayoritas akreditasi program studinya masih “C.”

 

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. menyampaikan tujuan dari program “Road Show” ini, yakni agar mengetahui masalah nyata yang dihadapi oleh Anggota di daerah-daerah. Untuk itu, ketua umum menyampaikan penghargaan dan dukungan kepada pengurus APTISI Wilayah Bali, yang telah berperan aktif tidak hanya dalam urusan pengelolaan PTS, tapi juga kepentingan lingkungan dan masyarakat luas, seperti penolakan terhadap rencana reklamasi Tanjung Benoa Bali.

 

Comment :

Leave Your Footprint