Ketua Umum APTISI: RRI Perlu Lebih Menyuarakan Aspirasi Masyarakat

KBRN, Yogyakarta : Hari Jadi Radio Republik Indonesia tinggal selangkah lagi, menuju usianya yang ke 69 tahun, diusianya yang sudah tidak muda lagi ini, RRI memiliki peranan sangat penting dalam memajukan Peradaban Bangsa, salah satunya dalam memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat.

Keberadaan RRI memang sangat fleksibel dan tidak ada batas ruang bagi pendengarnya, di mana pun dan kapan pun masyarakat bisa mendengarkan siaran-siaran dan hiburan di radio.

“Siaran-siaran di RRI kini sudah mencakup ke semua lapisan masyarakat. Artinya, antara informasi-informasi yang disiarkan, baik dalam buletin berita, informasi-informasi maupun hiburan, sudah menunjukkan adanya keseimbangan,” kata Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Prof Dr Eddy Suandy Hamid, Selasa (9/9/2014).

“Di usianya yang ke-69 ini, RRI seperti memiliki tantangan yang sangat berat, karena selain banyak memiliki pesaing, juga memiliki kompetitor yang sangat banyak, seperti pada radio dan televisi swasta yang difasilitasi dengan perangkat yang lebih baik,” ungkapnya.

“Sebagai Radio Perjuangan yang kini telah memiliki lebih dari 80 stasiun dan tersebar di seluruh pelosok tanah air, RRI banyak memiliki penggemar yang spesifik dan beragam,” jelasnya.

Sama halnya dengan radio-radio luar negeri seperti VOA dan BBC yang masih disukai karena bisa mengemas produkknya dangan baik, siarannya berimbang, tidak saja dari pemerintah, melainkan juga menyuarakan aspirasi masyarakat. (Sulastri/HE/HF)

 

Sumber : RRI.co.id

Comment :

Leave Your Footprint