Mendikbud Ajak PT Siap Hadapi MEA 2015

Jakarta, Kemdikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh mengajak perguruan tinggi untuk bersiap menghadapi ASEAN Economy Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada 2015 mendatang. Persiapan itu dilakukan agar perguruan tinggi tidak kaget dengan perubahan yang akan mengiringi MEA ini.

“Urusan sebesar ini tidak cukup sekadar jadi pengetahuan. Tetapi kita harus menerjemahkannya. Apa implikasi dan apa yang harus kita siapkan dalam menghadapi perubahan pasar, perubahan interaksi sosial? Sehingga kompetensi, sertifikasi, dan skill tertentu menjadi bagian yang harus kita persiapkan,” tutur Mendikbud saat memberikan sambutan dalam pelantikan pimpinan perguruan tinggi di Jakarta, Selasa (9/9/2014).

Dalam sambutan itu, Mendikbud juga menekankan pentingnya mengelola seluruh sumber daya yang ada di perguruan tinggi dengan mengedepankan prinsip transparan dan akuntabel. “Kita tidak ingin mendengar kawan-kawan kita di perguruan tinggi terjebak masuk pada urusan-urusan yang jauh dari yang kita bayangkan, hanya karena mereka tidak tahu atau belum tahu tentang sistem aturan yang harus ia ikuti,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Mendikbud, perguruan tinggi juga harus memperkuat sistem kendali pengawasan internal. Selain itu, Mendikbud juga menegaskan agar tidak takut menolak iming-iming apapun yang mengarah pada penyimpangan. Hal lainnya yang perlu dilakukan agar perguruan tinggi selalu menerapkan prinsip transparan dan akuntabel adalah dengan melibatkan sebanyak mungkin sivitas akademika, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan tertentu. “Dengan demikian masyarakat kampus tidak saling curiga, karena mereka semua tahu dan dilibatkan sejak awal,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud mengingatkan kembali bahwa perguruan tinggi tidak mengenal sistem politik seperti halnya yang ada di pemerintahan. Tidak ada fraksi A atau fraksi B. Maka, saat proses alih kepemimpinan selesai, seluruh pihak harus kembali bersatu dalam keluarga besar kampus. “Ajak semua untuk bersama-sama membangun perguruan tinggi kita masing-masing. Dengan demikian, Insya Allah, tidak lama lagi, perguruan tinggi kita akan jauh lebih baik lagi. Energi kita tidak boleh dihabiskan untuk persoalan-persoalan yang tidak perlu,” pungkas Mendikbud. (Ratih Anbarini)

Sumber : Kemendikbud

Comment :

Leave Your Footprint