Trisakti Tuan Rumah Indonesia Debate Open 2014

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Universitas Trisakti menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Indonesia Debate Open (IDO) 2014, 5-7 September 2014.

26 tim dari Cina, India, Bangladesh, Singapura, Thailand, Filipina, Malaysia, Macau, Hongkong, Jepang dan Indonesia beradu wawasan dan pengetahuan mereka seputar isu internasional di penyelenggaraan IDO kedua ini. Mulai dari politik, ekonomi, budaya dan lainnya.

Indonesia sendiri diwakili oleh tujuh tim yang berasal dari Universitas Trisakti, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Bina Nusantara, Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Gajah Mada, Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Jenderal Soedirman. Masing-masing tim di nilai oleh para juri mancanegara yang sudah berpengalaman di dunia debat internasional.

Salah satu peserta dari Universitas Bina Nusantara Andi Widya Perdana mengaku menyiapkan diri lebih dari sebulan. Logika berpikir menjadi bekal utama yang dipelajarinya. Karena menurutnya teknis berdebat juga menjadi kunci memenangkan debat.

Terlepas dari itu bagi mahasiswa Sistem Informatika ini debat merupakan arena untuk meluapkan apa yang ada dipikirannya.”Penyampaian pikiran-pikiran kita. Ekspresi apa yang ada di otak kita soal tema yang dibahas,” ujar Andi di Jakarta, Sabtu (6/9).

Berbeda dengan Andi mahasiwa Yale-NUS Collage Joan Ongchoco mengaku ajang ini justru menjadi peluang untuk menambah pengalaman baru dan memperluas jaringan pertemanan. Karena itu Joan tak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi kompetisi ini.

“Saya tidak berharap apa-apa, senang bisa bergabung disini, dapat pengalaman baru dan teman baru. Ini menyenangkan,” imbuh Joan.

Di kompetisi ini pemenang nantinya akan mendapatkan sertifikat yang diakui internasional. Pemenang juga bisa mengikuti ajang world debate yang diikuti seluruh dunia.

Ketua acara Harief Taufik Kurrahman berharap IDO bisa menjadi kompetisi debat terbaik di Indonesia dan mampu bersaing dengan penyelenggaraan debat di negara lain.”Kita berharap Indonesia Debate Open bisa menjadi penyelenggaraan debat terbaik di Asia,” ujar Harief.

 

Sumber : Republika.co.id

Comment :

Leave Your Footprint