Hadapi MEA, Perguruan Tinggi Perlu Penguatan

IMG01280-20141018-1026
Simposium Forum Rektor Indonesia tentang ‘Mempertegas Komitmen dan Kepentingan Nasional Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean 2015’, di Universitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu (18/10)

Solo – Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 telah berada di depan mata harus menjadi perhatian semua pihak, bukan hanya pemerintah. Semua pemangku kepentingan baik pusat maupun daerah menjadi penting untuk menyiapkan langkah-langkah. Termasuk perguruan tinggi perlu melakukan penguatan.

“Perguruan tinggi juga perlu melakukan penguatan-penguatan kelembagaannya,” tandas Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Edy Suandi Hamid dalam Simposium Forum Rektor Indonesia tentang ‘Mempertegas Komitmen dan Kepentingan Nasional Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean 2015’, di Universitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu (18/10).

Ini bukan saja untuk menghadapi persaingan kelembagaan dengan perguruan tinggi Asean, kata Edy, melainkan juga untuk mempersiapkan lulusannya betul-betul memiliki kompetensi tersertifikasi. Sehingga bisa bersaing dengan lulusan perguruan tinggi Asean lainnya.

Edy mengingatkan, kian dekatnya waktu dan masih banyaknya masyarakat belum mengetahui pasar bebas, tentunya menjadi penting bagi pemerintah baru untuk mengambil langkah menghadapi MEA.

“Langkah yang dilakukan bukan sekedar sosialisasi, namun lebih diharapkan untuk memetakan persoalan yang menyebabkan rendahnya daya saing dan langkah antisipatif mengatasinya,” jelas rektor Universitas Islam Indonesia itu.

 

Sumber : Timlo.net

Comment :

Leave Your Footprint