Penegerian Perguruan Tinggi Swasta Dikritik

JAKARTA, KOMPAS – Penegerian sejumlah perguruan tinggi swasta oleh pemerintah dikritik Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia. Pilihan menegerikan perguruan tinggi swasta itu dipertanyakan manfaat dan kriterianya.

     Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Edy Suandi Hamid mengatakan, perubahan status perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri itu dinilai akan membebani APBN. “Ini memang tak masalah demi mencerdaskan anak bangsa. Namun, apakah penegerian PTS merupakan pilihan terbaik?” ujar Edy, Selasa (14/10), dihubungi dari Jakarta.

    Menurut Edy, dana seharusnya dapat digunakan untuk menguatkan ribuan perguruan tinggi swasta yang kembang kempis menghadapi masalah pendanaan dan persoalan lain. Umumnya perguruan tinggi swasta di daerah mengalami kendala kurangnya dosen, terbatasnya sarana, rendahnya kualitas dosen, dan minimnya publikasi ilmiah. Penegerian perguruan tinggi swasta seharusnya didasari kriteria jelas, diutamakan untuk daerah atau provinsi yang belum memiliki perguruan tinggi negeri.

     Edy menyatakan, Aptisi mendukung penegerian perguruan tinggi swasta atau pendirian perguruan tinggi negeri di daerah-daerah perbatasan. Itu lebih realistis karena bisa membangun daerah perbatasan sekaligus menjadi basis penguatan ekonomi sosial politik di perbatasan.

Percepatan

     Secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, peresmian 12 perguruan tinggi negeri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa waktu lalu, di Surabaya, merupakan bagian dari Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Tujuannya, meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas pendidikan di semua daerah.

     Perguruan tinggi negeri yang baru diresmikan antara lain Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, UPN Veteran Jawa Timur, UPN Veteran Jakarta, Universitas Timor, Institut Teknologi Sumatera, dan Institut Teknologi Kalimantan. Selain itu, diresmikan pula Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua ISBI Aceh, ISBI Bandung, Universitas Singaperbangsa, Politeknik Negeri Cilacap, dan Politeknik Negeri Indramayu. (ELN)

 

Sumber : Kompas Cetak, Terbit Rabu (15/10). Halaman 12

Comment :

Leave Your Footprint