PT Muhammadiyah Harus Tingkatkan Mutu

     PALU – Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Prof Edy Suandi Hamid mengatakan, Perguruan Tinggi (PT) Muhammadiyah merupakan PT terbesar dibandingkan PT lain di Indonesia. Bahkan, jika dibandingkan dengan PTN. Tapi, dari sisi mutu dan kualitas PT Mumammadiyah harus terus memacu diri untuk meningkatkan kualitas meskipun sudah ada dua perguruan tingginya yang berakreditasi unggul (A) atau melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT).

     Edy menyampaikan hal itu dalam milad ke-31 Universitas Muhammadiyah Palu di kampus tersebut, Selasa (14/10). Milad dihadiri Wakil Gubernur Palu Sudarto dan Koordinator Kopertis IX Andiniartiningsih.

     Milad juga dilakukan bersamaan dengan wisuda sarjana sebanyak 470 orang. Universitas Muhammadiyah Palu yang berdiri pada 1983 ini telah meluluskan 30.439 alumni dari 18 program studi yang dimilikinya.

     Menurut Edy, PT Muhammadiyah perlu melakukan revitalisasi diri dan seharusnya bisa berdiri di garda depan untuk mengembangkan pendidikan tinggi di Tanah Air. PT Muhammadiyah saat ini ada 172 kampus, termasuk 13 kampus yang di bawah organisasi perempuan Muhammadiyah Aisyiyah. Jumlah ini lebih besar dari seluruh jumlah PTN di bawah Kemendikbud yang hanya 102 buah, dan di bawah Kemenag yang hanya 50 buah.

    “Dengan kepemilikan PT sebanyak itu, Muhammadiyah bukan saja ormas terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, yang memiliki perguruan tinggi sebanyak itu di dalam satu atap. Berbeda dengan banyak ormas atau lembaga lain yang menaungi PT yang kepemilikan berada pada banyak yayasan,” kata Edy.

     Kepemilikan amal usaha di Muhammadiyah, kata Edy, berada satu yayasan induk, yaitu Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia mengatakan PT Muhammadiyah ke depan harus sudah lebih mengorientasikan pada peningkatan kualitas. Ini mengingat sangat variatif. Ada yang jauh di atas Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT), tapi masih banyak yang pas-pasan, bahkan ada yang masih di bawahnya.

     PT Muhammadiyah yang sudah di atas SNPT, Edy mengatakan, diharapkan menularkan dan mentransfer pengalaman pengelolaannya ke PT lainnya yang lebih rendah status akreditasinya.

     “Ini sangat mungkin dilakukan karena semua perguruan tinggi Muhammadiyah berada pada satu induk yang dikoordinasi Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mereka bisa saling membantu dalam hal manajemen maupun sumber daya manusianya,” katanya.

     Upaya mencerdaskan anak bangsa yang dilakukan Muhammadiyah tidak hanya bagi komunitas Muslim, tapi juga umat lainnya. Ini menunjukkan sifat inklusivitas Muhammadiyah.  ▪ed: andi nur aminah

 

Sumber : Republika Cetak, Terbit Rabu (15/10), Halaman 5

Comment :

Leave Your Footprint