Perguruan Tinggi Harus Dorong Dosen Meneliti

 

image (4)

image (1)

image (2)

image

 

Perguruan tinggi harus mendorong para dosennya untuk melakukan penelitian. Seorang dosen tak bisa disebut dosen kalau tidak melakukan penelitian. Oleh karena itu, stimulus untuk meneliti harus dilakukan secara terus menerus dan diharapkan nantinya menghasilkan karya riset yang bermanfaat bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Demikian disampaikan Ketua Umum APTISI Prof Edy Suandi Hamid dalam Pidato Ilmiah yang disampaikan pada acara Pameran Penelitian dan Milad ke 50 Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Selasa (21/4). Acara dibuka Koordinator Kopertis Wilayah 6 Profesor DYS Soegiarto dan Rektor UMP Dr Samsuhadi.

Menurut Ketua Umum APTISI, yang membedakan perguruan tinggi dengan jenjang pendidikan di bawahnya adalah riset. “Seorang guru atau siswa tak ada kewajiban meneliti. Tapi dosen dan mahasiswa harus melakukan penelitian,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Koordinator Kopertis Wil 6 yang menekankan pentingnya riset perguruan tinggi. Oleh karena itu ia menyambut baik pameran penelitian yang dilakukan UMP.
“Saya berharap kegiatan seperti ini dilakukan setiap tahun dan mengundang perguruan tinggi lain untuk datang,” ujarnya.

Pameran penelitian diikuti oleh prodi prodi dan pusat penelitian di lingkungan UMP. Satu hal yang menarik adalah penelitian tentang kelapa kopyor yang sedang berjalan dan akan dikembangkan oleh UMP. “Kami sedang mengembangkannya di lahan percobaan milik UMP. Mudah-mudahan tiga tahun lagi sudah kelihatan hasilnya,” ujar Rektor UMP.

Ceramah ilmiah juga disampaikan Dr Alain Rival yang merupakan Direktur Regional CIRAD, sebuah lembaga penelitian pertanian dari Prancis.

Comment :

Leave Your Footprint