Aptisi dan Kadin Indonesia Jalin Kerja Sama

GUNA Membangun sinergitas antara kebutuhan sumber daya manusia dunia usaha dan industri dengan perguruan tinggi, Kadin Indonesia dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi)  menandatangani kesepakatan  kerja sama atau MoU  di Gedung Menara Kadin Jakarta.

Kerja sama ini bertujuan agar anggota Aptisi dapat mencetak profesional muda yang handal dan mumpuni yang dibutuhkan dunia industri.

MOU tersebut ditandatangani Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulistio dan Ketua Umum Aptisi Edy Suandi Hamid di hadapan pengurus pusat kedua organisasi tersebut.

Ketua Umum Aptisi Edy Suandi Hamid melalui rilisnya kepada pers di Jakarta, Sabtu (6/6), mengemukakan hubungan sinergis antara perguruan tinggi dan dunia usaha sejauh ini belum maksimal. 
Keduanya lebih banyak berjalan sendiri dan berupaya memenuhi kebutuhan masing-masing secara subsistem.

“Dengan kerja sama yang baik, akan terjadi pembagian kerja untuk  meningkatkan efisiensi dan efektivitas bersama dan mendorong terjadinya inovasi-inovasi seperti yang terjadi di negara-negara maju,” kata Edy yang juga mantan Rektor UII Yogyakarta .

Dalam penyediaan tenaga kerja, Edy mengatakan perguruan tinggi sering tersandera pada kurikulum yang lebih mengembangkan pengetahuan. Sedangkan dunia industri lebih memilih yang siap pakai dan tanpa proses pelatihan yang panjang.

Demikian pula riset-riset, banyak yang fokus pada pengembangan ilmu, padahal industri menunggu karya inovatif yang praktis, seperti produk baru, desain baru, metode produksi baru, ataupun pola-pola kerja baru yang bisa menggerakkan indutri atau dunia usaha lebih cepat dan akseleratif.

“Ini merupayakan upaya bersama untuk menunbuhkembangkan tenaga-tenaga yang profesional dan terampil untuk memenuhi kebutuhan dunia industri yang semakin meningkat,” kata Suryo Bambang Sulistio.

Hemat dia, sebagai organisasi payung dunia usaha, Kadin akan berupaya mendorong dunia usaha dalam memanfaatkan program corporate social responsibility atau CSR maupun program strategis lainnya bagi pengembangan SDM yang diperlukan kedua belah pihak. (Q-1)

Sumber : Media Indonesia.com

Comment :

Leave Your Footprint