KADIN-APTISI Tandatangani MOU

IMG-20150604-WA028 IMG-20150604-WA031 IMG_20150604_105057

Guna Membangun sinergitas antara kebutuhan sumber daya manusia dunia usaha dan industri dengan perguruan tinggi, KADIN Indonesia dan APTISI (Kamis 4/6) menandatangani kesepakatan kerja sama (MOU) di Gedung Menara Kadin Jakarta. Ini dimaksudkan agar anggota APTISI dapat mencetak profesional muda yang handal dan mumpuni yang dibutuhkan dunia industri. MOU ditandatangani Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto dan Ketua Umum APTISI Edy Suandi Hamid dihadapan pengurus pusat kedua organisasi tersebut.

“Ini merupayakan upaya bersama untuk menunbuhkembangkan tenaga-tenag yang profesional dan terampil untuk memenuhi kebutuhan dunia industri yang semakin meningkat,” kata Suryo.

Dikatakannya, sebagai organisasi payung dunia usaha, kadin akan berupaya mendorong dunia usaha dalam memanfaatkan program corporate social responsibility maupun program strategis lainnya bagi Pengembangan sumber daya manusia yang diperlukan kedua belah pihak.

Sementara itu Ketum APTISI Edy Suandi Hamid mengemukakan,
hubungan sinergis antara perguruan tinggi dengan dunia usaha di Indonesia sejauh ini masih jauh dari maksimal. Kedua-duanya lebih banyak berjalan sendiri dan berupaya memenuhi kebutuhan masing-masing secara subsistem. “Padahal dengan kerjasama yang baik, akan terjadi pembagian kerja yang akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas keduanya, dan mendorong terjadinya inovasi-inovasi seperti yang terjadi di negara-negara maju seperti Korea, Jepang, dan banyak negara industri lainnya,” ujar mantan Rektor UII tersebut.

Lebih lanjut Edy menyatakan, Dalam penyediaan tenaga kerja, misalnya, Perguruan tinggi sering tersandera pada kurikulum yang lebih mengembangkan knowledge sementara dunia industri lebih berharap yang lebih siap pakai dan tanpa proses pelatihan yang panjang. Demikian pula riset-riset, banyak yang fokus pada pengembangan ilmu, padahal industri menunggu karya inovatif yang praktis, seperti produk baru, desain baru, metode produksi baru, ataupun pola-pola kerja baru yang bisa menggerakkan industri atau dunia usaha lebih cepat dan akseleratif.

Penandatanganan dihadiri antara lain pimpinan-pimpinan APTISI George Iwan Marantika, Suharyadi, Irzanita Wathan, Naba Aji, Laode Kamaluddin, Kasiyarno, Suyanto, Arissetyanto Nugroho, Purwanto, dll.

Dikemukakan, Hubungan antara Perguruan Tinggi dengan dunia usaha, termasuk antara PTS dan Kadin, sebetulnya sudah berjalan, namun belum ada payung besar yang menaungi sehingga hubungan ini bisa lebih terstruktur dan bermanfaat. Hubungan yang ada selama ini terjadi antara perguruan tinggi dengan pelaku-pelaku usaha secara individual. Ini sudah baik, dan tentu bisa lebih baik kalau kedua induk organisasi juga bekerja sama.

Kerjasama antara perguruan tinggi dengan dunia usaha sudah sangat masif, dan itu banyak dilakukan di negara-negara maju, atau yang melangkah dari negara berpendapatan menengah menjadi negara kaya. Ada hubungan simbiose mutualistis, saling melengkapi, dan saling menguatkan satu dengan lainnya. Hubungan ini juga sebetulnya dengan pemerintah, yang dikenal dengan konsep ABG : Academician, Business, dan Government.

“Pengalaman di negara maju sudah sejak lama melakukan itu, dan dirasakan manfaatnya bukan saja bagi kedua lembaga, namun bagi negara dan bangsanya secara keseluruhan. Ini karena hasil kerjasama tersebut diimplementasikan bisa menghasilkan berbagai inovasi dan invensi yang mengait pada kehidupan sehari-hari. Indonesia juga sudah mulai, dengan berbagai program kemitraan antara Perguruan Tinggi dengan Dunia Usaha, walaupun belum masif” ujar Edy.
Untuk itu kita harapkan kerja sama KADIN dan APTISI ini bisa betul-betul meberikan kemanfaatan bagi masyarakat Indonesia, bukan hanya pada kedua organisasi.Terlebih salah satu masalah adalah adanya kesenjangan kompetensi lulusan dengan kualifikasi yang dibutuhkan dunia usaha. Ini boleh jadi karena karena perguruan tinggi masih mengarahkan kurikulumnya pada perkembangan keilmuan dan belum banyak mengarahkan pada muatan praktis dan aplikatif atau terapan sesuai yang dibutuhkan dunia usaha. Ini harus dijembatani agar terdapat titik temu antara perguruan tinggi dan dunia usaha.
Sebagaimana tersurat dalam MUO, kerjasama ini dimaksudkan untuk mendekatkan dunia usaha dan industri dengan perguruan tinggi swasta dan sivitas akademik dengan tujuan :

  • Membangun sinergitas antara kebutuhan sumber daya manusia dunia usaha dan industri dengan perguruan tinggi anggota APTISI yang mempunyai tujuan mencetak profesional muda yang handal dan mumpuni
  • Membangun link and match antara dunia usaha dan industri dengan sivitas akademika perguruan tinggi swasta di Indonesia melalui program pemagangan
  • Membangun komunikasi antara dunia usaha dan industri di Indonesia dengan sivitas akademika anggota APTISI terkait dengan peluang-peluang beasiswa yang dapat dikontribusikan oleh anggota KADIN kepada generasi muda pemimpin masa depan, mahasiswa dari perguruan tinggi swasta anggota APTISI yang diharapkan menjadi profesional muda untuk membangun bangsa Indonesia
  • Membangun komunikasi antara dunia usaha dan industri dengan anggota APTISI dalam rangka membuka peluang bagi anggota KADIN untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur kampus anggota APTISI untuk memberdayakan kapasitas perguruan tinggi swasta anggota APTISI menjadi universitas unggulan kelas dunia (world class university)
  • Membuka peluang secara komprehensif bagi terjalinnya hubungan antara anggota KADIN dengan perguruan tinggi swasta anggota APTISI dalam pengembangan sektor perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka membangun ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy) sebagai strategi pembangun nasional.

“Jadi lingkup kerjasama sangat luas. Mudah-mudahan ini bisa diimplementasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kita berharap nantinya dalam implementasi kerja sama ini bisa juga muncul inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi semua.” Tutup Edy .

Comment :

Leave Your Footprint