Perlu Langkah Penguatan PTS

IMG-20150618-WA049IMG-20150618-WA051

PTS di Indonesia menghadapi tantangan yang makin besar seiring dengan perkembangan domestik maupun global. Jika sebelumnya, PTS semata-mata berhadapan dengan PTN, sejumlah perkembangan global telah menyebabkan PTS juga harus menghadapi persaingan dengan perguruan tinggi luar negeri, termasuk yang kemungkinan membuka cabang di Indonesia. Dalam rangka menghadapi persaingan ini, perguruan tinggi di Indonesia dituntut untuk melakukan langkah penguatan seperti dalam penguatan sumberdaya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,  membangun jejaring kerjasama dengan berbagai pihak secara lebih optimal dengan mengedepankan keunggulan yang dimiliki, serta pembekalan soft skills bagi lulusannya.

Demikian disampaikan Ketua Umum APTISI Prof Edy Suandi Hamid dalam workshop yang diadakan oleh Sekolah Pasca Sarjana (SPS) Perbanas Institute yang dibuka oleh Wakil Rektor Patria Laksamana yang diikuti beberapa PTS DKI Jakarta Selas (16/6) di Kampus perguruan tinggi tersebut. Ikut memberikan pengantar diskusi ketua SPS Dr Hidajat Sofijan.

Dalam makalah berjudul “Mengembangkan PTS Indonesia yang Kompetitif” Prof Edy mengatakan, persaingan ketat di dunia pendidikan tinggi di Indonesia yang menuntut PTS semakain proaktif menghadapi tantangan yang ada. Strategi PTS dengan membuka program studi favorit kini tidak lagi mencukupi mengingat tingginya persaingan yang ada. PTS sudah saatnya menggeser paradigma dengan meningkatkan kompetensi unggulannya terutama memperkuat proses pembelajaran sehingga dapat memperoleh daya saing yang bermanfaat dalam membangun minat masyarakat.

“Kualitas proses belajar mengajar juga menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan calon mahasiswa memilih PTS. Hal ini dilihat antara lain dari masuknya beberapa faktor semacam pengajar (dosen) yang berkualitas, fasilitas fisik (kampus) yang lengkap, metode belajar mengajar (akademis), lingkungan kampus baik dan kedisiplinan kampus baik. Pada aspek inilah, PTS memiliki tugas besar dalam mengelola proses pembelajaran yang berlangsung di dalamnya. Pengelola PTS harus memiliki komitmen yang besar dalam mengembangkan proses pembelajaran sehingga tujuan akhir berupa kualitas alumni dapat tercapai,” lanjut  Ketua Umum Aptisi.

Prof Edy juga menekankan pentingnya kampus memperkuat dengan teknologi informasi.  Perkembangan yang pesat di bidang ini sudah selayaknya disikapi dengan perubahan mindset pengelola pendidikan tinggi sehingga terjadi transformasi dalam pemanfaatannya untuk kepentingan pendidikan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ditambah dengan pemeringkatan berbasis internet telah melahirkan pola baru dalam pendidikan tinggi yang sebelumnya tidak terpikirkan. Perguruan tinggi kini dituntut menjadi lebih terbuka, lebih banyak berbagi ilmu pengetahuan dengan masyarakat pengguna teknologi. Jika dulu perguruan tinggi merasa perlu melindungi karya ilmiahnya, baik berupa skripsi, tesis, disertasi, penelitian, dan lainnya dengan menyimpannya di gudang, maka saat ini justru terdapat tuntutan agar semuanya dipublikasikan secara online di situs kampus. Tujuanya jelas, yaitu agar terdapat semakin banyak pembaca dan pengguna yang memanfaatkan karya ilmiah tersebut, sekaligus mencegah terjadinya plagiarisme karya.

Comment :

Leave Your Footprint