Asosiasi PTS Indonesia rintis kemitraan dengan Australia

IMG-20150911-WA073

 

Perth (ANTARA News) – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) merintis kemitraan dengan organisasi timpalannya di Australia lewat kunjungan ke beberapa universitas di Perth dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Kepada Antara, di Perth, Kamis, Ketua Umum APTISI, Prof. Edy Suandi Hamid, menjelaskan bahwa tujuan dari kunjungan delegasi APTISI ke beberapa universitas di Perth adalah bagian dari upaya internasionalisasi PTS Indonesia dan menjalin kemitraan yang lebih luas.

“Kunjungan ini adalah kunjungan balasan karena delegasi ACPET (Australian Council for Private Education and Training) telah berkunjung ke beberapa universitas di Bali dan Jawa, Mei lalu,” kata Edy.

ACPET adalah organisasi yang menaungi 1.200 anggota secara nasional, mewakili beragam industri pendidikan tinggi di Australia.

Lewat menandatanganan MoU dengan ACPET, diharapkan akan dieksekusi kerjasama antar-universitas Indonesia dan Australia terkait dengan pengiriman dosen untuk sekolah ke Australia, salah satunya dengan kemudahaan mendapatkan surat penerimaan (LoA) atau kelas bahasa Inggris.

Selain untuk kepentingan peningkatan kualitas dosen, diharapkan kerjasama ini akan memperluas jangkauan pengiriman mahasiswa Australia ke Indonesia lewat skema ACICIS yang saat ini banyak berada di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII).

“Kita juga berharap kerjasama ini akan meluas ke penyelenggaraan seminar bersama, publikasi bersama,” kata dia menambahkan.

Delegasi APTISI yang berkunjung ke Perth meliputi 37 orang yang mewakili 23 instansi perguruan tinggi swasta berskala kecil, menengah, dan besar dari Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Bali.

Turut dalam delegasi sembilan orang rektor dari President University, Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Pasir Pengaraian, Universitas Wiraraja, Universitas Narotama Surabaya, dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Terdapat juga lima wakil rektor yang mewakili Universitas Satya Wacana Salatiga, Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka, Universitas Mercu Buana, Universitas Unikom Bandung, dan Universitas Kader Bangsa Palembang.

Delegasi APTISI mengunjungi Kings Park dan Botanical Garden, Marr Mooditj Training Inc, kampus Edith Cowan University (ECU), Murdoch University, Notre Dame University, dan Curtin University.

Notre Dame University adalah satu-satunya universitas swasta di Perth. Sementara itu di ECU, APTISI menandatangani surat niatan kerjasama (LoI) yang akan ditindaklanjuti antar-universitas secara langsung.

Di Indonesia, terdapat 4.274 perguruan tinggi yang 3.900 di antaranya merupakan instansi swasta. Data per Juni 2015 dari APTISI juga mendapati bahwa 70 persen mahasiswa menuntut ilmu di PTS, sementara 30 persen lainnya di PTN.

Meskipun mendominasi sebaran mahasiswa, banyak juga PTS yang lemah dalam hal kualitas, “Dan kunjungan kerjasama ini adalah salah satu upaya penguatan jaringan PTS Indonesia dengan mitranya di Australia,” ujar Edy.

Editor: Tasrief Tarmizi

Sumber : Antaranews

Comment :

Leave Your Footprint