MEA Bagaikan Pisau Bermata Dua

mea-400x241

Ketua (APTISI) Pusat Prof Dr H Edy Suandi Hamid M.Ec menggunting pita tanda diresmikannya gedung perkuliahan unit III UM Magelang. (suaramerdeka.com/ MH Habib Shaleh)

 

MAGELANG, suaramerdeka.com – Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat Prof Dr H Edy Suandi Hamid M.Ec menilai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 bagai pisau bermata dua. Menurut Edy MEA akan membawa perubahan yang sangat besar bagi bangsa Indonesia.

Edy menjelaskan MEA akan bermakna positif bagi peningkatan kesejahteraan, namun bisa bermakna negatif manakala kita kalah bersaing dengan bangsa lain. Untuk itu kuncinya adalah meningkatkan daya saing.

“Pada era MEA tahu kupat Pak Slamet Magelang bisa membuka cabang di Malaysia. Demikian juga dengan Universitas di Singapura dapat membuka cabang di Mertoyudan. Ini bagai pisau bermata dua,” jelas Edy dalam Milad ke-51 UM Magelang di Kampus 2 Mertoyudan, kabupaten Magelang, Selasa (1/9).

Dalam orasi ilmiah ini, Edy membahas tentang Peningkatan Mutu SDM dan Daya Saing untuk Memasuki Era Masyarakat Ekonomi ASEAN  (MEA) 2015.

Dikatakannya, kemajuan UM Magelang merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing karena prestasi meraih akreditasi “B” merupakan hal yang luar biasa.

“Saat ini dari 4.000-an perguruan tinggi di Indonesia, baru sekitar 600 yang terakreditasi “B” atau sekitar 15%,” kata Edy, yang juga Wakil ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah.

Ketua Umum Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir M.Si berharap UM Magelang menjadi central of excellent atau menjadi teladan bagi PTM lain. Haedar mencanangkan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan yakni Islam yang membawa kepastian.

 

Sumber : Suaramerdeka.com

Comment :

Leave Your Footprint