Kampus Perlu Ambil Peran sebagai Akselerator Ekonomi Kreatif

IMG-20151024-WA112

Ekonomi kreatif harus dikembangkan untuk penguatan ekonomi bangsa ke depan. Untuk itu lembaga pendidikan, terlebih perguruan tinggi, perlu memberikan stimulus kepada anak didik agar ikut termotivasi terjun dalam berkarya di bidang ekonomi kreatif. Kampus perlu mengambil peran untuk menjadi akselerator dan motivator bagi industri kreatif tanah air yang embrionya sebenarnya sudah banyak.

Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), yang juga Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Edy Suandi Hamid menyampaikan hal itu dalam Seminar Nasional “Peran Industri Kreatif Menyongsong MEA 2015” yang diadakan Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang, Sabtu (24/10) di kampus tersebut. Berbicara juga Prof Purbayu Budi S dari Universitas Diponegoro dan Andi Reira Sari dari Bank Indonesia.

Dengan keterlibatan kampus, dan juga melibatkan kerjasama dengan dunia usaha dan pemerintah, diharapkan bisa lahir entrepreneur yang lebih kreatif dan memberi multiplier effect besar bagi bangsa ini. Namun ini tidak bisa jadi dengan sendirinya, harus ada desain dan dukungan ke arah itu. Hongkong misalnya, industri kreatif berkembang pesat, karena pemerintah mengalokasikan dana ratusan juta dollar untuk dukung industri itu bagi para anak mudanya.
Mereka memiliki Creative Smart untuk memberikan dukungan finansial yang signifikan bagi industri kreatifnya.

Dikatakan, basis dari suatu ekonomi kreatif adalah ide atau gagasan. Karenanya ruang dan pengembangan ide itu menjadi sangat penting. Gagasan-gagasan “liar”, nyeleneh, ataupun diluar pakem (out of the box) diberi kebebasan berkembang secara konstruktif. Ini bisa ide untuk pembuatan film, games, model busana, dan sebagainya. Dengan dukungan banyak pihak untuk generasi muda kita, maka akan menimbulkan motivasi dan keberanian terjun di bidang itu.

Masalah lain yang sering juga muncul adalah terkait pemasaran produk. Untuk itu dukungan promosi dan pemasaran perlu juga diberikan, misalnya mendukung periklanan atau promosi melalui promosi ataupun expo yang mengglobal. Sayangnya sejauh ini dukungan pemerintah masih terbatas, dan perhatian yang secara khusus dari kampus-kampus masih terbatas.

Ekonomi kreatif, yang secara sistematis mulai dikembangkan tahun 1990an, dapat memberikan nilai tambah besar. Melalui karya cipta bidang seni, kerajinan, penerbitan, kuliner, iklan, games, fesyen, dan karya dari gagasan lainnya, bisa menghasilkan pendapatan ataupun devisa yang luar biasa. Ekonomi kreatif menjadi lebih penting bagi kita karena kita tidak bisa lagi mengandalkan sumberdaya alam untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sekarang sudah semakin melambat.

Comment :

Leave Your Footprint