Membina Kampus Swasta Bermasalah

membina-kampus-swasta-bermasalah-p9Bz8T3FAb

JAKARTA – Sekira 200 perguruan tinggi swasta (PTS) berstatus nonaktif. Tidak hanya mencoreng wajah pendidikan tinggi Indonesia, hal itu pun menyita perhatian masyarakat.Pimpinan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Pusat, Edy Suandi Hamid, menilai, alangkah baiknya bila perguruan tinggi swasta tersebut dibina. Namun, langkah tegas harus diambil pada kampus yang melakukan kesalahan fatal.

“Jika terbukti bersalah, abal-abal, silakan ditutup. Kami tidak akan membela,” ujar Edy.

Salah satu masalah yang dihadapi sebagian besar PTS nonaktif tersebut adalah rasio dosen dan mahasiswa yang sangat besar. Menurut Edy, saat ini banyak PTS mengalami hal tersebut.

“Jika bicara rasio dosen dan mahasiswa satu banding seratus, kami juga bisa memberikan data, ada PTN berakreditasi A namun rasionya 1:400,” kata Edy.

Edy tidak menampuk, status penonaktifan tersebut menimbulkan stigma negatif di masyarakat terhadap PTS. Dia pun mengajak PTS yang tidak bermasalah untuk membantu proses pembinaan kinerja ratusan PTS nonaktif tadi.

“Berikan tugas bagi perguruan tinggi yang baik di wilayah itu untuk membina perguruan tinggi yang belum baik. Dengan begitu akan ada peningkatan kualitas. Perguruan tinggi pun tidak hanya berkompetisi, tetapi juga bekerjasama,” imbuh Mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) itu.

 

Sumber : OKEZONE.com

 

Comment :

Leave Your Footprint