Hasil Kerja Sama Ekonomi ASEAN Masih Jauh dari Harapan – Indonesia akan Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Ekonom ASEAN 2016

IMG-20151123-WA000 IMG-20151123-WA001 IMG-20151123-WA002

 

Pimpinan negara-negara Anggota ASEAN sudah lama berupaya keras dan mengambil langkah penting untuk meningkatkan kerjasama dan mengintegrasikan ekonomi dari anggotanya. Namun sejauh ini hasil dari kerjasama sebelumnya yang diperoleh masih jauh dari yang diharapkan. Langkah spektakuler yang akan diterapkan dalam waktu dekat ini adalah liberalisasi ekonomi melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Demikian pandangan yang mengemuka dalam pertemuan para ekonom ASEAN dalam forum Konferensi Federation of ASEAN Economic Associations yang berlangsung di Hanoi, Vietnam 19-21/11 yang ditutup Sabtu kemarin.

Ketua Delegasi Indonesia Prof Edy Suandi Hamid menyatakan, dengan adanya MEA diperkirakan akan terjadi peningkatan pesat hubungan ekonomi antarnegara ASEAN dalam bidang perdagangan, investasi, keuangan, jasa, maupun ketenagekerjaan.
Indonesia juga diharapkan akan dapat memetik manfaat dari integrasi ekonomi ini sepanjang pelaku ekonomi aktif dan serius menghadapinya.

Dikatakan, keseriusan semua anggota ASEAN untuk melaksanakan semua komitmen yang ada sangat penting. Basis kerja sama ini adalah sukarela dan dituntut integritas dari semua anggota.

“Ini dikarenakan tidak ada sangsi bagi negara yang tidak melaksanakan komitmen yang sudah disepakati,” ujar Ketua Umum APTISI yang juga Advisor pada Universitas Trilogi Jakarta ini.

Sebetulnya kalau kerja sama ini dilakukan secara baik dan semua anggota mengedepankan keunggulan komparatifnya masing-masing, maka tidak akan ada negara yang dirugikan dari skim MEA ini. Semua negara akan memperoleh keuntungan, atau gain-gain situation. Hanya saja akan ada negara yang untungnya besar, dan ada yang kecil. “Jadi ini bukan zero sum game, ada yang untung dan ada yang dikorbankan, melainkan situasi sama-sama untung,” ujar Wakil Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia ini.

Tuan rumah
Dalam pertemuan antar pimpinan delegasi di FAEA ke-40 itu disepakati bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi FAEA ke 41 tahun 2016. Ketua Delegasi Indonesia Edy Suandi Hamid pada Sidang FAEA ke-40 itu telah menyatakan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah untuk menggantikan Kamboja yang mengundurkan diri.

“Ini sebenarnya hanya mengubah jadwal saja. Andaipun Indonesia tidak menjadi tuan rumah 2016, maka tetap tuan rumah konferensi untuk 2017,” ujarnya.

Disepakati pula dalam pertemuan itu bahwa tema utama Konferensi FAEA ke-41 di Indonesia tersebut adalah “The Inplementation of four pillars of AEC: Prospects and Chalanges”. Seperti diketahui empat pilar AEC tersebut adalah (1) Pasar tunggal dan basis produksi (2) Kawasan ekonomi berdaya saing tinggi (3) Kawasan dengan pembangunan ekonomi yang setara, dan (4) Kawasan yang terintegrasi penuh dengan ekonomi global.

Terkait kota yang akan dijadikan tuan rumah Edy menyatakan akan diputuskan dalam rapat pengurus ISEI. “Namun kota-kota yang diusulkan dalam rapat tersebut adalah Jakarta, Bali, Yogyakarta, Medan, dan Palembang,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia ini.

Comment :

Leave Your Footprint