Hadapi MEA Sarjana Baru Harus Berani Ciptakan Lapangan Kerja Sendiri

DSC_4367

JAKARTA (Pos Sore) – Tinggal hitungan hari era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diberlakukan. Dan, ini menjadi tantangan tersendiri bagi sarjana yang baru saja lulus.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, di era MEA akan terjadinya liberalisasi di berbagai bidang. Termasuk juga mencakup tenaga kerja terdidik.

“Para sarjana baru yang akan masuk ke dunia kerja tantangannya semakin berat karena tentu akan mempengaruhi kesempatan kerja bagi para sarjana baru,” katanya, di Jakarta, Rabu (23/12).

Ia menegaskan hal tersebut saat memberikan orasi ilmiah bertajuk ‘Asean Economic Community dan Tantangan Lulusan Perguruan Tinggi Indonesia’ di hadapan 837 wisudawan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI (Institut STIAMI), dalam wisuda semester genap Tahun Akademik 2014-2015 bertema ‘Meningkatkan Keunggulan dan Daya Saing Sumberdaya Insani Melalui Integritas Intelektual Moral dan Etika’, di Balai Samudera, Jakarta Utara, Rabu (23/12).

“Jika dulu, seorang sarjana sangat mudah mendapat peran di masyarakat karena dipandang memiliki status sosial tinggi, namun tidak demikian pada jaman sekarang,” lanjutnya.

Sejalan dengan bergulirnya waktu, jumlah sarjana di Indonesia semakin meningkat, dan kemudahan mendapatkan pekerjaan kian berkurang.

Saat ini belasan juta penduduk Indonesia bergelar sarjana ke atas, dan setiap tahun tidak kurang satu juta orang lulus dari perguruan tinggi. Bahkan jumlah doktor pun kian bertambah, yang saat ini sudah mencapai sekitar 40 ribu orang.

“Mudah-mudahan para sarjana yang diwisuda kali ini sebagai angkatan kerja yang berkualitas dan berproduktivitas tinggi. Karena, semakin terdidik seseorang, maka semakin tinggi produktivitasnya,” harapnya.

Ia pun meminta para sarjana baru harus terus tanpa henti belajar untuk meningkatkan dayasaing. Selain itu, harus berani mandiri menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Menjadi entrepreneurs yang bisa memperkerjakan diri sendiri dan orang lain. Terlebih lagi Indonesia sudah semakin membuka diri, mengintegrasikan secara bertahap perekonomiannya secara global, dan regional,” tandasnya kepada para wisudawan Institut STIAMI pimpinan Dr. Ir. Panji Hendrarso, MM, itu. (tety)

 

Sumber : Possore.com

Comment :

Leave Your Footprint