PT Baik Perlu Bina PT Rendah Akreditasi

JAKARTA (KRjogja.com) – Untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi termasuk dalam hal akreditasi, Pemerintah seharusnya menstimulus perguruan-perguruan tinggi yang sudah relatif baik di daerahnya untuk membina perguruan tinggi (PT) yang nilai akreditasinya lebih rendah. Semangat kerjasama ini perlu dibangun agar pemerintah tidak keberatan beban dalam melakukan pembinaan pada PT-PT yang ada, khususnya perguruan tinggi swasta (PTS). Tentu saja perlu ada insentif yang diberikan kepada PT yang diberi tugas melakukan pembinaan ini.

Ketua Umum Aptisi Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc mengemukakan hal tersebut dalam Pertemuan Tahunan Badan Akreditasi Nasional (BAN) di Hotel Grand Cempaka, Selasa (8/12). Pertemuan berlangsung 7-9/12 dibuka Menristekdikti M Nasir Senin malam, dan diikuti sekitar 200 peserta dari BAN, Pimpinan PTN, PTS, Koordinator Kopertis seluruh Indonesia.

Edy menyebutkan, komitmen terhadap sistem akreditasi yang bersifat nasional juga memerlukan komitmen negara. Sehingga akreditasi mendapat pengakuan yang sama oleh semua elemen bangsa. “Hal ini diperlukan, mengingat dalam praktik masih banyak yang tidak faham tentang akreditasi ini. Sehingga menempatkannya secara dikotomis antara negeri dan swasta,” ujar Ketua Umum Aptisi. Akibatnya, lanjut Edy, muncul perlakuan yang diskriminatif, tidak adil, menutup akses ke lapangan kerja, dan merugikan banyak pihak, termasuk para alumni perguruan tinggi yang ada.

Edy Suandi mengakui, Badan Akreditasi Nasional bisa menjadi cukup berwibawa, di samping melakukan kerja cukup profesional, juga tidak melakukan pungutan apapun kepada perguruan tinggi. Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab atau bentuk komitmen fiskal pemerintah, yang mewajibkan akreditasi, dan menanggung beban biayanya. Karena itu, Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang ada seharusnya tinggal melanjutkan pola BAN ini, semua biaya ditanggung Pemerintah.

“Pola dengan penarikan biaya seperti yang dilakukan sekarang untuk akreditasi prodi bukan saja menambah beban perguruan tinggi. Namun bisa menimbulkan ekses yang tidak menguntungkan dalam menghasilkan akreditasi yang bermutu,” tandasnya. (Fsy)

 

Sumber : KRjogja.com

Comment :

Leave Your Footprint